Sabtu, 04 Oktober 2014

Just Allah!

Malam ini, dimana gemah takbir berkumandang membuat hati ini bergetar allah....
tapi entah mengapa hati ini gunda, galau tak menentu di mana takbir berkumandang begitu syahdu tapi mengapa yarobb hatiku seperti tejebak! yaaap aku terjebak di dua hati dimana aku sendiri bingung, mengapa? ya kata tersebut la yang slalu hadir. mengapa? mengapa aku harus terjebak di dua hati?
Allah, maafkan aku sungguh maafkan aku atas apa yang kurasakan ini yarobb... maafkan aku atas hati yang ku gunakan ini maafkan yaAllah ...
kuserahkan yarobb semuanya kepadamu, kupasrahkan kepadamu hanya kepadamu yarobb, maafkan aku ...
cinta adalah fitrah darimu, namun ku tak mau yarobb karena fitrah ini membuat ku jauh, membuatmu cemburu bahkan kehilangan cintamu hanya karena manusia yang hadir dan mengalahkan cintaku padamu maafkan atas rasaku maafkan hati ini yaAllah maafkan hati ini yang terlalu mudah mengagumi seseorang yang bahkan belum halal untuk aku kagumi ...

yaAllah ..
beri aku kesempatan untuk memperbaiki hati ini, beri aku kesempatan untuk menjauh dari rasa ini yaAllah.
aku rela yarobb sangat rela. aku ikhlaskan, aku relakan dia yarobb,meskipun aku harus kehilangannya aku rela...
akan kuhapus semua tentangnya yarobb yang masih tersimpan di hati ini hingga tiada lagi yang dapat mengalahkan rasa cintaku padamu yaAllah, hanya padamu yaAllah aku bermunajat hanya engaku cinta sejatikuuu..
Maafkan aku yaAllah .... tiada lagi terulang seperti ini.Hamba janjii!

Minggu, 27 Juli 2014

Ramadhan ..

Assalamu'alaikum wr wb
 Bissmillahirrohmanirrohim
Malam ini gema takbir dimana-mana, ntah disudut kecil hati ini apa yang dirasakan. Bahagia karna Hari Raya Idul Fitri segera tiba atau sedih karna romadhon pergi? saat takbir terdengar tak terasa air mata ini mengalir, bingung. kenapa? sedih? bahagia? kusadari diri ini begitu sedih ditinggal romadhon.
Bagaimana tak sedih seorang muslim dengan perginya ramadhan, sedang dia tidak tahu apa umurnya masih tersisa tahun depan? (Ibn Rajab)


Minggu, 20 Juli 2014

Kebohongan Manusia Purba

Pada tahun 1912 seorang ahli paleontologi amatir bernama Charles Dawson mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah tulang rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000 tahun.
Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown dilakukan dan setelah dipajang di berbagai mueium sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar dibuat. Banyak artikel ilmiyah tentang manusia piltdown ini, termasuk 500 tesis doktor tentangnya.
Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan kepalsuannya. Tengkorak tersebut berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun. Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu persendiannya disumpal. Setelah itu seluruh fosil diwarnai dengan potasium dokromat agar tampak kuno.
Kalau kita menyodorkan ayat Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Karim dan hadits Rasulullah SAW tentang manusia pertama, besar kemungkinan para hamba sahaya teori evolusi akan menentangnya. Mereka akan mencari alibi dan dalih untuk membuat penafsiran 'lain' alias menentang kebenaran yang ada di dalamnya.
Berapa banyak dari umat Islam yang masih saja percaya bahwa ada manusia sebelum nabi Adam. Fanatisme buta kepada teori evolusi telah membuat mereka menentang apa yang telah Allah SWT sampaikan dalam kitab suci.
Jadi jawaban yang benar adalah bahwa manusia purba tidak pernah ada, sebab teori evolusi juga tidak pernah terbukti. Ada sejuta kejanggalan yang memaksa teori evolusi termasuk teori manusia purba harus dihapus dari kurikulum pendidikan sekolah.
Adam  Alaihissalam adalah makhluk cerdas pertama di muka bumi. Dengan kedatangan beliau, maka untuk pertama kalinya bumi didatangi oleh makhluk cerdas dari luar angkasa (alien). Kecerdasan manusia sungguh merupakan loncatan besar dalam sejarah bumi, yang sebelumnya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk kelas bawah berupa hewan dan tumbuhan. Tidak pernah ada makhluk asli bumi yang mengalami proses evolusi, kecuali hanya ada di film-film Holywood saja.

Selasa, 15 Juli 2014

Saudaraku Nan jauh disana #GazaPalestina

 Assalamu'alaikum wr. wb
Gaza,palestina sedang berduka, terkoyak rasa hati ini melihat tragedi di gaza sana.
tapi tahukah kalian? ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka
tidak pernah mengendor.Keanehan itu, diantaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. “Wahai saudaraku yang aku cintai,” katanya, “Demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh dari peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan.”Salah seorang tentara Israel yang lari itu, kepada pers mengaku ketakutan. Mereka menyaksikan postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia. Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin. Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur’an Surat At Taubah 26: “Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.”
wallahu a'lam

wassalamu'alikum wr. wb

Untuk Mu...

Assalamu'alaikum wr.wb

Wahai untukmu ...
Sejak pertama aku melihat dirimu yang begitu mencintai allah dan rosul, saat engkau melantunkan ayat-ayat allah dengan syahdu bergetar hatiku, MasyaAllah sungguh aku kagum pada ciptaanmu ini yarob...
aku bingung, entah apa yang kurasakan ini? ya tuhan bantu hambamu ini aku tak ingin kehilangan kasih sayangmu aku tak ingin jauh darimu hanya karena mahluk ciptaanmu ini. Namun kusadari saat engkau ada hatiku bergetar jantung ku berdetak tak menentu dan kusadari inilah anugrah dan fitrah seorang manusia. Yaah aku jatuh cinta padanya untukmu....
Tapi kusadari yaAllah, aku tak ingin mengecewakanmu aku tak ingin cintaku ini membuat ku jauh darimu.
untukmu, Allah takkan merestui cinta yang dilakukan secara tidak halal. Biarkan cinta ini kupendam didasar hatiku yang paling dalam, biarkan kusebut namamu disujud terakhir sholatku berdoa kepada pemilik cinta sejati yakni allah mengharapkan agar kita dipersatukan dalam ikatan suci yang di ridhoi Allah swt. Terima kasih untukmu engkau telah menjaga hatiku dan terima kasih engkau tak mencuri hatiku ..
cinta dan sayang ini cukuplah Aku, Kamu dan Allah yang tau.
Untukmu...

Wassalamu'alaikum wr. wb

Rabu, 05 Maret 2014

Hanya sekedar berbagi saudaraku:') tidak bermaksud menyindir ataupun riya'

Minggu, 27 Oktober 2013


Sesal
 Kedua matanya berkaca-kaca. Jilbab putih pemberian ibunya ia pegangi dengan tangan kanannya. Jilbab itu tampak kumal, terkotori tanah dan basah oleh air mata. Air mata yang keluar dari sepasang bola matanya yang memancarkan kesedihan dari jiwa yang tengah diamuk duka karena kehilangan ibu yang terkasih namun juga ibu yang sangat dibenci. Tangisan yang tertumpah karena kesedihan, duka cita, dan lara hati, sedangkan kemarahan dan penyesalan mengiringinya yang bercampur aduk menjadi satu. Ia tak berdaya untuk menahan semua itu maka itulah air mata dan tangisan Anita. Gundukan tanah di depannya masih basah, seakan-akan baru dimandikan dengan air matanya. Tak ada siapa pun disini, kecuali anita dan sahabatnya nurul.
Anita adalah seorang gadis kecil  yang berumur duabelas tahun, di umurnya yang masih belia seharusnya ia masih bisa merasakan keindahan dunia anak-anak namun ia dipaksa harus merasakan pahitnya hidup yang ia jalani. Ia terlahir sebagai anak yang tidak diketahui siapa ayahnya karena profesi ibunya seorang pelacur. Hal tersebut membuat anita sangat terpukul ia dijauhi selalu dihina dicaci karena profesi ibunya sehingga anita sangat tertekan dan membuatnya sangat membenci ibunya. Seringkali ia berfikir bagaimana bisa ia lahir dari rahim seorang pelacur, tak ada satupun orang yang ia benci melebihi ibunya sendiri.
Kisah keburukan sang ibu harus anita tanggung sendiri. Anak yang hendak menapaki usia remaja itu harus menanggung buruknya masa lalu ibunya. Dan kini, ia ditinggal mati oleh ibunya tiba-tiba rasa penyesalan itu muncul saat ibuya telah tiada ia teringat selama lima tahun terakhir tak sekalipun ia memanggil ibunya dengan sebutan “Ibu” tak pernah ia memandang wajah ibunya, dan tak pernah sekalipun ia melontarkan senyuman kepada ibunya. Kata-kata kepedihan, duka cita, kemarahan, kekecewaan, dan penyesalan melimpah-ruah di kedalaman hatinya, tetapi tak sanggup ia lontarkan melalui bibirnya yang pucat bergetar. Saat ini, baginya tuhan amatlah jahat, tuhan sangat tega karena telah membuatnya merasa menyesal  telah kehilangan ibunya, ia juga harus menanggung beban keburukan dari almarhumah ibunya.
Waktu begitu cepat berlalu. Rasanya, baru kemarin anita masih mendengar sang ibu berkata lirih di hadapannya, “anita, tolong ambilkan ibu minum nak. Rasanya ibu haus sekali”
Anita tak menghiraukan ibunya, bahkan ia tak menatap ibunya sedikitpun sambil berkata “kau punya kaki dan tangan, kau juga sanggup melayani laki-laki yang datang kerumah ini, tapi untuk mengambil segelas minum kau tak mampu? Apa seluruh tubuhmu hanya untuk laki-laki?”
“ya Allah nak, mengapa kau tega mengatakan hal itu kepada ibu? Kau tau kata-kata mu itu sangat menyakitkan untuk ibu?”
“sakit? Kau bilang sakit? Aku yang lebih sakit karena aku yang harus menanggung malu karena kelakuanmu itu! aku dihina aku dijauhi bahkan tak satu orangpun mau berteman denganku karena aku anak seorang pelacur!”
“maafkan ibu nak, jika kau dipelakukan tidak adil. Bukan maksud ibu untuk ..”
“ sudahla aku malas berbicara denganmu!” anita beranjak pergi meninggalkan ibunya yang menangis tersedu-sedu.
Masih tergambar dibenaknya betapa kejam ia mengatakan hal sekasar itu kepada ibunya. Kini ia hanya bisa menyesali perbuatan yang ia lakukan kepada ibunya. Ia sangat marah seharusnya ia merasa bahagia atas kepergian ibunya namun hal tersebut tidak terjadi kini hanya ada penyesalan, kekecewaan, dan keputusasaan.
Angin senja berhembus lirih dari balik pepohonan dan menebarkan aroma kenanga, kamboja di atas nisan-nisan kuburan. Anita mengusap air matanya lagi. Aroma kenanga dan kamboja terhirup masuk dari hidungnya. Ia masih pandangi gundukan tanah itu seakan-akan masih tak percaya bahwa sang ibu baru saja meninggalkannya untuk selama-lamanya. Batinnya bertanya-tanya

Mengapa harus terjadi?
Mengapa ibu harus meninggalkanku?
Mengapa baru sekarang aku menyesal?
Mengapa harus ibu yang menjadi seorang pelacur?
Bibirnya yang mungil tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan hatinya. Tiba-tiba terngiang-ngiang jelas dibenaknya bagaimana orang-orang sering munggunjing ibunya: sarmina itu tak pantas hidup di desa ini, sarmina itu perempuan kotor, ia memberi anaknya uang haram, anaknya tidak jelas siapa ayahnya dan sebagainya. Semua itu dikatakan oleh orang-orang tentang ibunya. Hatinya sakit, hatinya tak terima. Perih. Sangat perih. Tetapi, ia tak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak bisa melakukan apapun untuk membela ibunya.
Angin semakin kencang berhembus.
Sekian lama, Anita masih duduk di samping kuburan ibunya. Sahabatnya Nurul mendekatinya. Ia menepuk-nepuk punggung Anita. Ia berusaha terus menenangkan hati Anita.
“Sabarlah, Nit,” ucap nurul. “Aku tak akan membiarkanmu hidup sendiri, aku sekarang bukan sekedar sahabatmu melainkan saudaramu sendiri!”
Anita memeluk Nurul. Ia tak bisa berucap sepatah kata pun. Ia tak pula mengangguk. Tak pula menggeleng.
“Sabarlah, Anita,” Nurul mengulangi ucapannya kembali. “Mari kita pulang hari sudah mulai gelap, jika mau kau boleh tidur dirumahku malam ini?”
“Tidak, terimakasih aku akan tidur dirumah ku sendiri!”
“Tapi kau sendirian nit, aku pasti mengkhawatirkanmu?”
“Tidak, nurul. Aku tidak ingin meninggalkan rumah ibuku sendirian!”
“Baiklah, jika itu keputusanmu aku yang akan tidur dirumahmu. Aku akan menemanimu”.
“Tapi rul?”
“Tidak Anita, kini kau saudaraku aku tidak akan membiarkanmu sendirian, aku akan menemanimu!”
“Apa kau tidak malu jika bersamaku?”
“Tidak Anita, aku tidak malu aku ikhlas. Kau sahabatku. Kau saudaraku!”
Anita merangkul kuat-kuat tubuh Nurul, keduanya pun menangis tersedu-sedu.
Anita pergi meninggalkan tempat peristirahatan ibunya, dengan rasa penyesalan, dan kekecewaan ia bertekat ia akan bertaubat atas apa yang telah ia lakukan pada ibunya, ia akan berubah. Di dalam hati Anita berkata,
Iya, jangan dengarkan. Jangan dengarkan setiap hujatan dan hinaan  dari siapapun. Sebaliknya, buktikan Anita bahwa engkau anak yang baik. Engkau anak yang pintar. Engkau bisa. Tak ada yang dapat menhalangimu untuk menjadi anak yang baik, yang taat, yang shalihah seperti harapan ibumu. Jadilah wanita yang hebat. Agar hidup dapat ditaklukkan.