Malam ini, dimana gemah takbir berkumandang membuat hati ini bergetar allah....
tapi entah mengapa hati ini gunda, galau tak menentu di mana takbir berkumandang begitu syahdu tapi mengapa yarobb hatiku seperti tejebak! yaaap aku terjebak di dua hati dimana aku sendiri bingung, mengapa? ya kata tersebut la yang slalu hadir. mengapa? mengapa aku harus terjebak di dua hati?
Allah, maafkan aku sungguh maafkan aku atas apa yang kurasakan ini yarobb... maafkan aku atas hati yang ku gunakan ini maafkan yaAllah ...
kuserahkan yarobb semuanya kepadamu, kupasrahkan kepadamu hanya kepadamu yarobb, maafkan aku ...
cinta adalah fitrah darimu, namun ku tak mau yarobb karena fitrah ini membuat ku jauh, membuatmu cemburu bahkan kehilangan cintamu hanya karena manusia yang hadir dan mengalahkan cintaku padamu maafkan atas rasaku maafkan hati ini yaAllah maafkan hati ini yang terlalu mudah mengagumi seseorang yang bahkan belum halal untuk aku kagumi ...
yaAllah ..
beri aku kesempatan untuk memperbaiki hati ini, beri aku kesempatan untuk menjauh dari rasa ini yaAllah.
aku rela yarobb sangat rela. aku ikhlaskan, aku relakan dia yarobb,meskipun aku harus kehilangannya aku rela...
akan kuhapus semua tentangnya yarobb yang masih tersimpan di hati ini hingga tiada lagi yang dapat mengalahkan rasa cintaku padamu yaAllah, hanya padamu yaAllah aku bermunajat hanya engaku cinta sejatikuuu..
Maafkan aku yaAllah .... tiada lagi terulang seperti ini.Hamba janjii!
Sabtu, 04 Oktober 2014
Minggu, 27 Juli 2014
Ramadhan ..
Bissmillahirrohmanirrohim
Malam ini gema takbir dimana-mana, ntah disudut kecil hati ini apa yang dirasakan. Bahagia karna Hari Raya Idul Fitri segera tiba atau sedih karna romadhon pergi? saat takbir terdengar tak terasa air mata ini mengalir, bingung. kenapa? sedih? bahagia? kusadari diri ini begitu sedih ditinggal romadhon.
Bagaimana tak sedih seorang muslim dengan perginya ramadhan, sedang dia tidak tahu apa umurnya masih tersisa tahun depan? (Ibn Rajab)
Minggu, 20 Juli 2014
Kebohongan Manusia Purba
Pada tahun 1912 seorang ahli paleontologi
amatir bernama Charles Dawson mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah tulang
rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang
itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik
manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000
tahun.
Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown
dilakukan dan setelah dipajang di berbagai mueium sebagai bukti nyata evolusi
manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar dibuat.
Banyak artikel ilmiyah tentang manusia piltdown ini, termasuk 500 tesis doktor
tentangnya.
Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara
menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan kepalsuannya. Tengkorak tersebut
berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang
rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun.
Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu
persendiannya disumpal. Setelah itu seluruh fosil diwarnai dengan potasium
dokromat agar tampak kuno.
Kalau kita menyodorkan ayat Allah SWT di dalam
Al-Quran Al-Karim dan hadits Rasulullah SAW tentang manusia pertama, besar
kemungkinan para hamba sahaya teori evolusi akan menentangnya. Mereka akan
mencari alibi dan dalih untuk membuat penafsiran 'lain' alias menentang kebenaran
yang ada di dalamnya.
Berapa banyak dari umat Islam yang masih saja
percaya bahwa ada manusia sebelum nabi Adam. Fanatisme buta kepada teori
evolusi telah membuat mereka menentang apa yang telah Allah SWT sampaikan dalam
kitab suci.
Jadi jawaban yang benar adalah bahwa manusia
purba tidak pernah ada, sebab teori evolusi juga tidak pernah terbukti. Ada
sejuta kejanggalan yang memaksa teori evolusi termasuk teori manusia purba
harus dihapus dari kurikulum pendidikan sekolah.
Adam Alaihissalam adalah makhluk
cerdas pertama di muka bumi. Dengan
kedatangan beliau, maka untuk pertama kalinya bumi didatangi oleh makhluk cerdas
dari luar angkasa (alien). Kecerdasan manusia sungguh merupakan loncatan besar
dalam sejarah bumi, yang sebelumnya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk kelas
bawah berupa hewan dan tumbuhan. Tidak pernah ada makhluk asli bumi yang
mengalami proses evolusi, kecuali hanya ada di film-film Holywood saja.
Selasa, 15 Juli 2014
Saudaraku Nan jauh disana #GazaPalestina
Assalamu'alaikum wr. wb
Gaza,palestina sedang berduka, terkoyak rasa hati ini melihat tragedi di gaza sana.
tapi tahukah kalian? ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka
tidak pernah mengendor.Keanehan itu, diantaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. “Wahai saudaraku yang aku cintai,” katanya, “Demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh dari peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan.”Salah seorang tentara Israel yang lari itu, kepada pers mengaku ketakutan. Mereka menyaksikan postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia. Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin. Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur’an Surat At Taubah 26: “Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.”
wallahu a'lam
wassalamu'alikum wr. wb
Gaza,palestina sedang berduka, terkoyak rasa hati ini melihat tragedi di gaza sana.
tapi tahukah kalian? ada kejadian-kejadian aneh di Palestina, yang menyebabkan perlawanan mereka
tidak pernah mengendor.Keanehan itu, diantaranya dituturkan Abu al Barraa, salah seorang pimpinan Hamas. “Wahai saudaraku yang aku cintai,” katanya, “Demi Allah sesungguhnya kami telah menyaksikan pasukan Zionis Israel meninggalkan persenjataan mereka, lari terbirit-birit ketakutan. Banyak dari mereka yang terbunuh dari peluru para mujahidin yang keluar tanpa ditembakkan.”Salah seorang tentara Israel yang lari itu, kepada pers mengaku ketakutan. Mereka menyaksikan postur pasukan yang buas luar biasa bukan dari bangsa manusia. Beberapa sumber Israel mengungkapkan, rasa takut itu menyelimuti setiap pasukan saat hendak memasuki Jenin. Apakah keanehan-keanehan itu pertanda Allah telah menurunkan bala tentaranya, seperti apa yang tercantum pada al-Qur’an Surat At Taubah 26: “Dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.”
wallahu a'lam
wassalamu'alikum wr. wb
Untuk Mu...
Assalamu'alaikum wr.wb
Wahai untukmu ...
Sejak pertama aku melihat dirimu yang begitu mencintai allah dan rosul, saat engkau melantunkan ayat-ayat allah dengan syahdu bergetar hatiku, MasyaAllah sungguh aku kagum pada ciptaanmu ini yarob...
aku bingung, entah apa yang kurasakan ini? ya tuhan bantu hambamu ini aku tak ingin kehilangan kasih sayangmu aku tak ingin jauh darimu hanya karena mahluk ciptaanmu ini. Namun kusadari saat engkau ada hatiku bergetar jantung ku berdetak tak menentu dan kusadari inilah anugrah dan fitrah seorang manusia. Yaah aku jatuh cinta padanya untukmu....
Tapi kusadari yaAllah, aku tak ingin mengecewakanmu aku tak ingin cintaku ini membuat ku jauh darimu.
untukmu, Allah takkan merestui cinta yang dilakukan secara tidak halal. Biarkan cinta ini kupendam didasar hatiku yang paling dalam, biarkan kusebut namamu disujud terakhir sholatku berdoa kepada pemilik cinta sejati yakni allah mengharapkan agar kita dipersatukan dalam ikatan suci yang di ridhoi Allah swt. Terima kasih untukmu engkau telah menjaga hatiku dan terima kasih engkau tak mencuri hatiku ..
cinta dan sayang ini cukuplah Aku, Kamu dan Allah yang tau.
Untukmu...
Wassalamu'alaikum wr. wb
Wahai untukmu ...
Sejak pertama aku melihat dirimu yang begitu mencintai allah dan rosul, saat engkau melantunkan ayat-ayat allah dengan syahdu bergetar hatiku, MasyaAllah sungguh aku kagum pada ciptaanmu ini yarob...
aku bingung, entah apa yang kurasakan ini? ya tuhan bantu hambamu ini aku tak ingin kehilangan kasih sayangmu aku tak ingin jauh darimu hanya karena mahluk ciptaanmu ini. Namun kusadari saat engkau ada hatiku bergetar jantung ku berdetak tak menentu dan kusadari inilah anugrah dan fitrah seorang manusia. Yaah aku jatuh cinta padanya untukmu....
Tapi kusadari yaAllah, aku tak ingin mengecewakanmu aku tak ingin cintaku ini membuat ku jauh darimu.
untukmu, Allah takkan merestui cinta yang dilakukan secara tidak halal. Biarkan cinta ini kupendam didasar hatiku yang paling dalam, biarkan kusebut namamu disujud terakhir sholatku berdoa kepada pemilik cinta sejati yakni allah mengharapkan agar kita dipersatukan dalam ikatan suci yang di ridhoi Allah swt. Terima kasih untukmu engkau telah menjaga hatiku dan terima kasih engkau tak mencuri hatiku ..
cinta dan sayang ini cukuplah Aku, Kamu dan Allah yang tau.
Untukmu...
Wassalamu'alaikum wr. wb
Minggu, 27 Oktober 2013
Sesal
Kedua
matanya berkaca-kaca. Jilbab putih pemberian ibunya ia pegangi dengan tangan
kanannya. Jilbab itu tampak kumal, terkotori tanah dan basah oleh air mata. Air
mata yang keluar dari sepasang bola matanya yang memancarkan kesedihan dari
jiwa yang tengah diamuk duka karena kehilangan ibu yang terkasih namun juga ibu
yang sangat dibenci. Tangisan yang tertumpah karena kesedihan, duka cita, dan
lara hati, sedangkan kemarahan dan penyesalan mengiringinya yang bercampur aduk
menjadi satu. Ia tak berdaya untuk menahan semua itu maka itulah air mata dan
tangisan Anita. Gundukan tanah di depannya masih basah, seakan-akan baru
dimandikan dengan air matanya. Tak ada siapa pun disini, kecuali anita dan
sahabatnya nurul.
Anita
adalah seorang gadis kecil yang berumur
duabelas tahun, di umurnya yang masih belia seharusnya ia masih bisa merasakan
keindahan dunia anak-anak namun ia dipaksa harus merasakan pahitnya hidup yang
ia jalani. Ia terlahir sebagai anak yang tidak diketahui siapa ayahnya karena
profesi ibunya seorang pelacur. Hal tersebut membuat anita sangat terpukul ia
dijauhi selalu dihina dicaci karena profesi ibunya sehingga anita sangat
tertekan dan membuatnya sangat membenci ibunya. Seringkali ia berfikir
bagaimana bisa ia lahir dari rahim seorang pelacur, tak ada satupun orang yang
ia benci melebihi ibunya sendiri.
Kisah
keburukan sang ibu harus anita tanggung sendiri. Anak yang hendak menapaki usia
remaja itu harus menanggung buruknya masa lalu ibunya. Dan kini, ia ditinggal mati
oleh ibunya tiba-tiba rasa penyesalan itu muncul saat ibuya telah tiada ia
teringat selama lima tahun terakhir tak sekalipun ia memanggil ibunya dengan
sebutan “Ibu” tak pernah ia memandang wajah ibunya, dan tak pernah sekalipun ia melontarkan senyuman
kepada ibunya. Kata-kata kepedihan, duka cita, kemarahan, kekecewaan, dan
penyesalan melimpah-ruah di kedalaman hatinya, tetapi tak sanggup ia lontarkan
melalui bibirnya yang pucat bergetar. Saat ini, baginya tuhan amatlah jahat,
tuhan sangat tega karena telah membuatnya merasa menyesal telah kehilangan ibunya, ia juga harus
menanggung beban keburukan dari almarhumah ibunya.
Waktu begitu cepat berlalu. Rasanya, baru kemarin anita masih mendengar sang ibu berkata lirih di hadapannya, “anita, tolong ambilkan ibu minum nak. Rasanya ibu haus sekali”
Anita tak menghiraukan ibunya, bahkan ia tak menatap ibunya sedikitpun sambil berkata “kau punya kaki dan tangan, kau juga sanggup melayani laki-laki yang datang kerumah ini, tapi untuk mengambil segelas minum kau tak mampu? Apa seluruh tubuhmu hanya untuk laki-laki?”
“ya Allah nak, mengapa kau tega mengatakan hal itu kepada ibu? Kau tau kata-kata mu itu sangat menyakitkan untuk ibu?”
“sakit? Kau bilang sakit? Aku yang lebih sakit karena aku yang harus menanggung malu karena kelakuanmu itu! aku dihina aku dijauhi bahkan tak satu orangpun mau berteman denganku karena aku anak seorang pelacur!”
“maafkan ibu nak, jika kau dipelakukan tidak adil. Bukan maksud ibu untuk ..”
“ sudahla aku malas berbicara denganmu!” anita beranjak pergi meninggalkan ibunya yang menangis tersedu-sedu.
Masih tergambar dibenaknya betapa kejam ia mengatakan hal sekasar itu kepada ibunya. Kini ia hanya bisa menyesali perbuatan yang ia lakukan kepada ibunya. Ia sangat marah seharusnya ia merasa bahagia atas kepergian ibunya namun hal tersebut tidak terjadi kini hanya ada penyesalan, kekecewaan, dan keputusasaan.
Angin senja berhembus lirih dari balik pepohonan dan menebarkan aroma kenanga, kamboja di atas nisan-nisan kuburan. Anita mengusap air matanya lagi. Aroma kenanga dan kamboja terhirup masuk dari hidungnya. Ia masih pandangi gundukan tanah itu seakan-akan masih tak percaya bahwa sang ibu baru saja meninggalkannya untuk selama-lamanya. Batinnya bertanya-tanya
Mengapa harus terjadi?
Mengapa ibu harus meninggalkanku?
Mengapa baru sekarang aku menyesal?
Mengapa harus ibu yang menjadi seorang pelacur?
Waktu begitu cepat berlalu. Rasanya, baru kemarin anita masih mendengar sang ibu berkata lirih di hadapannya, “anita, tolong ambilkan ibu minum nak. Rasanya ibu haus sekali”
Anita tak menghiraukan ibunya, bahkan ia tak menatap ibunya sedikitpun sambil berkata “kau punya kaki dan tangan, kau juga sanggup melayani laki-laki yang datang kerumah ini, tapi untuk mengambil segelas minum kau tak mampu? Apa seluruh tubuhmu hanya untuk laki-laki?”
“ya Allah nak, mengapa kau tega mengatakan hal itu kepada ibu? Kau tau kata-kata mu itu sangat menyakitkan untuk ibu?”
“sakit? Kau bilang sakit? Aku yang lebih sakit karena aku yang harus menanggung malu karena kelakuanmu itu! aku dihina aku dijauhi bahkan tak satu orangpun mau berteman denganku karena aku anak seorang pelacur!”
“maafkan ibu nak, jika kau dipelakukan tidak adil. Bukan maksud ibu untuk ..”
“ sudahla aku malas berbicara denganmu!” anita beranjak pergi meninggalkan ibunya yang menangis tersedu-sedu.
Masih tergambar dibenaknya betapa kejam ia mengatakan hal sekasar itu kepada ibunya. Kini ia hanya bisa menyesali perbuatan yang ia lakukan kepada ibunya. Ia sangat marah seharusnya ia merasa bahagia atas kepergian ibunya namun hal tersebut tidak terjadi kini hanya ada penyesalan, kekecewaan, dan keputusasaan.
Angin senja berhembus lirih dari balik pepohonan dan menebarkan aroma kenanga, kamboja di atas nisan-nisan kuburan. Anita mengusap air matanya lagi. Aroma kenanga dan kamboja terhirup masuk dari hidungnya. Ia masih pandangi gundukan tanah itu seakan-akan masih tak percaya bahwa sang ibu baru saja meninggalkannya untuk selama-lamanya. Batinnya bertanya-tanya
Mengapa harus terjadi?
Mengapa ibu harus meninggalkanku?
Mengapa baru sekarang aku menyesal?
Mengapa harus ibu yang menjadi seorang pelacur?
Bibirnya
yang mungil tak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan hatinya. Tiba-tiba
terngiang-ngiang jelas dibenaknya bagaimana orang-orang sering munggunjing
ibunya: sarmina itu tak pantas hidup di desa ini, sarmina itu perempuan kotor,
ia memberi anaknya uang haram, anaknya tidak jelas siapa ayahnya dan
sebagainya. Semua itu dikatakan oleh orang-orang tentang ibunya. Hatinya sakit,
hatinya tak terima. Perih. Sangat perih. Tetapi, ia tak bisa berbuat apa-apa.
Ia tidak bisa melakukan apapun untuk membela ibunya.
Angin
semakin kencang berhembus.
Sekian
lama, Anita masih duduk di samping kuburan ibunya. Sahabatnya Nurul
mendekatinya. Ia menepuk-nepuk punggung Anita. Ia berusaha terus menenangkan
hati Anita.
“Sabarlah,
Nit,” ucap nurul. “Aku tak akan membiarkanmu hidup sendiri, aku sekarang bukan
sekedar sahabatmu melainkan saudaramu sendiri!”
Anita
memeluk Nurul. Ia tak bisa berucap sepatah kata pun. Ia tak pula mengangguk.
Tak pula menggeleng.
“Sabarlah,
Anita,” Nurul mengulangi ucapannya kembali. “Mari kita pulang hari sudah mulai
gelap, jika mau kau boleh tidur dirumahku malam ini?”
“Tidak,
terimakasih aku akan tidur dirumah ku sendiri!”
“Tapi
kau sendirian nit, aku pasti mengkhawatirkanmu?”
“Tidak,
nurul. Aku tidak ingin meninggalkan rumah ibuku sendirian!”
“Baiklah,
jika itu keputusanmu aku yang akan tidur dirumahmu. Aku akan menemanimu”.
“Tapi
rul?”
“Tidak
Anita, kini kau saudaraku aku tidak akan membiarkanmu sendirian, aku akan
menemanimu!”
“Apa
kau tidak malu jika bersamaku?”
“Tidak
Anita, aku tidak malu aku ikhlas. Kau sahabatku. Kau saudaraku!”
Anita
merangkul kuat-kuat tubuh Nurul, keduanya pun menangis tersedu-sedu.
Anita
pergi meninggalkan tempat peristirahatan ibunya, dengan rasa penyesalan, dan
kekecewaan ia bertekat ia akan bertaubat atas apa yang telah ia lakukan pada
ibunya, ia akan berubah. Di dalam hati Anita berkata,
Iya, jangan dengarkan.
Jangan dengarkan setiap hujatan dan hinaan
dari siapapun. Sebaliknya, buktikan Anita bahwa engkau anak yang baik.
Engkau anak yang pintar. Engkau bisa. Tak ada yang dapat menhalangimu untuk menjadi
anak yang baik, yang taat, yang shalihah seperti harapan ibumu. Jadilah wanita
yang hebat. Agar hidup dapat ditaklukkan.
Langganan:
Postingan (Atom)